Website Sang Pencerah – Menanam Harapan di Tepian Bengawan, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Rayakan Milad ke-94 dengan “Kado Hijau” untuk Kota. Deru angin dari tepian Sungai Bengawan Solo pagi itu terasa berbeda. Di antara tanah bantaran yang mulai mengering selepas hujan, puluhan anak muda membawa cangkul, bibit pohon, dan semangat yang sama: meninggalkan jejak hijau untuk masa depan.
Bukan sekadar seremoni milad. Bukan pula hanya agenda rutin organisasi. Di Kampung Sewu, Surakarta, Kamis (14/5/2026), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta memilih merayakan usia ke-94 dengan cara yang sederhana namun penuh makna menanam 94 pohon di bantaran Bengawan Solo. Kegiatan bertajuk ’Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta’ itu menjadi simbol bahwa gerakan anak muda tidak harus selalu hadir lewat panggung pidato atau ruang diskusi. Kadang, perubahan justru dimulai dari tangan yang rela kotor oleh tanah demi menanam kehidupan baru.

Berkolaborasi bersama Muhammadiyah Disaster Management Center Kota Surakarta, aksi penghijauan ini melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika para peserta menanam bibit demi bibit di sepanjang bantaran sungai yang selama ini menjadi salah satu titik penting ekosistem Kota Surakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta Mahasri Shobahiya, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Weni Hastuti, hingga Wakil Wali Kota Astrid Widayani. Berbagai organisasi otonom Muhammadiyah juga turut ambil bagian, mulai dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, hingga Nasyiatul Aisyiyah.
Bagi Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta, Andi Tri Prasetyo, angka 94 bukan sekadar hitungan usia organisasi. Angka itu diterjemahkan menjadi 94 pohon yang diharapkan tumbuh bersama harapan masyarakat.Jenis pohon yang ditanam pun bukan tanaman sembarangan. Ada kelengkeng, jambu, mangga, matoa, pete, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Selain memperkuat penghijauan kawasan bantaran sungai, pohon-pohon tersebut diharapkan suatu hari dapat memberi manfaat ekonomi dan pangan bagi warga sekitar. “Harapannya, pohon-pohon ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi warisan hijau yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” ujar Andi Tri Prasetyo.
Di tengah isu perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan, langkah kecil seperti ini terasa semakin penting. Kota bukan hanya soal gedung dan jalan raya, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaga ruang hidupnya tetap lestari. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi gerakan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga alam juga merupakan bagian dari rasa syukur kepada Tuhan.“Kegiatan ini merupakan contoh nyata bahwa kepedulian lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi konkret. Tidak hanya berbuat baik kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan menjaga kelestarian alam di sekitar kita,” ungkap Astrid.

Apresiasi serupa juga datang dari Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti. Ia menilai gerakan penghijauan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan kontribusi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.Di balik penanaman pohon itu, tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa gerakan pemuda sejatinya bukan hanya tentang semangat, tetapi juga keberlanjutan. Pohon-pohon yang hari ini masih kecil kelak akan tumbuh menaungi bantaran Bengawan Solo, menyerap polusi, menguatkan tanah, menghadirkan udara segar, bahkan mungkin menjadi tempat bermain anak-anak di masa depan.
Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Surakarta akhirnya tidak berhenti sebagai perayaan usia organisasi. Ia menjelma menjadi ajakan terbuka bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama, dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana.Di tepian Bengawan Solo itu, 94 pohon telah ditanam. Namun lebih dari itu, 94 harapan juga sedang ditumbuhkan untuk masa depan kota yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih manusiawi.