Website Sang Pencerah – Di tengah maraknya euforia kelulusan yang kerap diwarnai konvoi dan coret-coret seragam, sebuah kisah berbeda datang dari timur Indonesia. Di SMK Maritim Muhammadiyah Subaim, momen kelulusan justru disulap menjadi perayaan yang penuh makna bukan sekadar selebrasi, melainkan aksi nyata kepedulian sosial. Berlokasi di Halmahera Timur, sekolah ini menghadirkan wajah lain dari tradisi kelulusan.
Para siswa yang tergabung dalam Taruna-Taruni Angkatan ke-5 Tahun 2023 memilih meninggalkan kebiasaan lama yang identik dengan hura-hura. Sebagai gantinya, mereka turun langsung ke masyarakat, membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Langkah ini bukan sekadar program formal sekolah, melainkan inisiatif tulus dari para siswa sendiri. Melalui wadah Senat sekolah, mereka menggalang dana secara sukarela. Setiap rupiah yang terkumpul menjadi simbol kepedulian dan empati nilai yang tak selalu tertulis di buku pelajaran, namun justru menjadi bekal penting dalam kehidupan.
Kepala sekolah, Ibrahim Rumatamerik, menegaskan bahwa pihak sekolah secara konsisten mengarahkan tradisi kelulusan ke arah yang lebih positif. Baginya, momen kelulusan bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga tentang bagaimana siswa meninggalkan jejak kebaikan.“Tidak ada pawai atau coret-coret. Kami ingin anak-anak merayakan kelulusan dengan cara yang lebih bermakna, salah satunya melalui kegiatan berbagi,” ungkapnya.
Prosesi kelulusan tahun ini dikemas dalam bentuk yudisium yang khidmat, sekaligus menjadi ruang refleksi perjalanan para siswa selama menempuh pendidikan. Sebanyak 17 siswa resmi dinyatakan lulus angka yang mungkin kecil, namun menyimpan cerita besar tentang karakter dan nilai yang mereka bawa.Suasana semakin hangat dengan kehadiran orang tua yang turut menyaksikan momen pelepasan. Tak hanya itu, adik kelas juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.
Mereka bukan sekadar penonton, melainkan penerus tradisi baik yang mulai ditanamkan bahwa kelulusan bukan hanya soal selesai belajar, tetapi juga tentang mulai memberi.Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini menyimpan pesan kuat: generasi muda tak harus menunggu sukses untuk berbagi. Justru dari langkah kecil yang tulus, perubahan besar bisa dimulai.
Kisah dari Halmahera Timur ini seakan menjadi pengingat bahwa kelulusan terbaik bukan yang paling meriah, melainkan yang paling bermakna. Dan di tangan generasi muda seperti ini, harapan masa depan Indonesia terasa semakin nyata. (Red)