August 14, 2026

Jambore Media AfiliasiMu #3, Saat Muhammadiyah Menyiapkan Masa Depan Jurnalisme di Era AI

file_000000006f94820b8f41a817f919741e
Bagikan Juga ke

Website Sang Pencerah – Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa jeda, ketika hoaks berlari lebih cepat daripada klarifikasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah dunia jurnalistik, Muhammadiyah memilih untuk tidak sekadar menjadi penonton. Melalui Jambore Media AfiliasiMu #3 yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), yang diselenggarakan mulai hari ini Rabu-Kamis (12-13/08/2026), puluhan pegiat media Muhammadiyah dari berbagai daerah berkumpul dalam satu semangat: memperkuat peran media sebagai pencerah umat dan penjaga kualitas informasi di era digital.

Mengusung tema Penguatan Media Afiliasi Muhammadiyah di Era Digital, jambore ini bukan sekadar forum pertemuan rutin. Ia menjadi ruang konsolidasi, laboratorium gagasan, sekaligus panggung kolaborasi bagi jaringan media Muhammadiyah yang terus berkembang di seluruh Indonesia.Di kampus yang menjadi salah satu pusat pendidikan Muhammadiyah tersebut, para pengelola portal berita, radio, televisi, media sosial, hingga pegiat konten digital bertemu untuk berbagi pengalaman, bertukar strategi, dan menyusun langkah menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Saat AI Mengubah Ruang Redaksi

Perubahan teknologi yang begitu cepat telah membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia media. Kehadiran AI memungkinkan proses produksi berita menjadi lebih efisien, namun di sisi lain juga memunculkan persoalan etika, akurasi, hingga ancaman disinformasi.Karena itu, salah satu pembahasan utama dalam jambore ini adalah bagaimana media Muhammadiyah dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan ruh jurnalisme yang berintegritas.

Perwakilan dari Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia akan hadir untuk mengupas berbagai tantangan industri media masa kini. Diskusi mengerucut pada pentingnya membangun ekosistem digital yang sehat, menjaga independensi pers, dan memastikan teknologi tetap menjadi alat yang memperkuat nilai kemanusiaan.Bagi Muhammadiyah, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah sarana untuk memperluas manfaat dan memperkuat dakwah yang mencerahkan.

Media AfiliasiMu, Benteng Informasi Berkualitas

Di tengah maraknya konten sensasional yang sering kali mengabaikan fakta demi klik dan popularitas, jaringan Media AfiliasiMu memegang peran penting sebagai penjaga kualitas informasi.Media-media yang berafiliasi dengan Muhammadiyah tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga akurat, berimbang, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Melalui portal berita, radio komunitas, televisi, hingga kanal media sosial, jaringan AfiliasiMu selama ini telah menjadi saluran penting dalam menyampaikan informasi, menyebarkan inspirasi, serta memperkuat literasi masyarakat. Karena itulah sinergi antarmedia menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Di era digital, kekuatan tidak lagi bertumpu pada satu media besar, melainkan pada kolaborasi yang solid dan saling menguatkan.

Muhammadiyah News Room Platform Diluncurkan

Salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian besar dalam jambore kali ini adalah peluncuran Muhammadiyah News Room Platform. Platform ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi jaringan media Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Melalui sistem yang lebih terintegrasi, pertukaran informasi, distribusi konten, dan penguatan narasi dakwah dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem media Muhammadiyah yang modern, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan publik yang terus berubah.Selain itu, forum juga membahas sinergi media dalam mengawal isu-isu strategis bangsa, khususnya di bidang pendidikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Haedar Nashir dan Pesan Pers yang Memajukan Bangsa

Momentum jambore semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang dijadwalkan menyampaikan Orasi Kebangsaan bertajuk “Pers Muhammadiyah Memajukan Bangsa.”Orasi tersebut menjadi refleksi penting tentang bagaimana pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial, pendidikan publik, dan pembangunan karakter bangsa.Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pers menyerahkan penghargaan Kartu Wartawan Utama kepada Haedar Nashir sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam perkembangan dunia pers nasional.Penghargaan ini tidak hanya ditujukan kepada seorang tokoh, tetapi juga menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Muhammadiyah dalam membangun tradisi literasi, penerbitan, dan komunikasi publik yang telah berlangsung sejak awal berdirinya persyarikatan.

Menyalakan Cahaya di Tengah Bisingnya Informasi

Jambore Media AfiliasiMu #3 sejatinya bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, ia adalah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa di tengah bisingnya ruang digital, masih ada suara yang menghadirkan keteduhan, kejujuran, dan pencerahan.Ketika banyak media berlomba mengejar sensasi, Muhammadiyah memilih meneguhkan diri sebagai penyampai informasi yang mencerdaskan. Ketika kecerdasan buatan mulai mengambil peran dalam produksi informasi, Muhammadiyah menegaskan pentingnya kecerdasan manusia yang berlandaskan etika dan nilai.

Dan ketika dunia digital bergerak semakin cepat, Media AfiliasiMu berupaya tetap menjadi rumah bagi jurnalisme yang berintegritas, profesional, serta membawa manfaat bagi umat dan bangsa.Dari Jakarta, semangat itu kembali dinyalakan. Sebuah pesan bahwa media bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana dakwah, pendidikan, dan pengabdian untuk menghadirkan peradaban yang lebih berkemajuan. (Red)


Bagikan Juga ke